Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim penghujan. Pada umumnya bencana ini sering terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api.

Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :


  1. Kenali  daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
  2. Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.
  3. Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang). 
  4. Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah.
  5. Selalu waspada pada sat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama.
  6. Waspada terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.

Situasi saat longsor :

  1. Bencana tanah longsor pada umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadi hujan.
  2. Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan atau batuan yang meluncur sangat cepat kebawah bukit menyapu apa yang dilewati.
Yang harus dilakukan saat kejadian tanah longsor berlangsung :

     
Kebanyakan penduduk di bawah lereng tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah. Evakuasi penduduk jika tebing telah menunjukkan gejala akan longsor.

Apa yang dilakukan setelah kejadian :
  1. Lakukan evakuasi korban yang tertimbun secara hati-hati, karena penggalian pada timbunan dapat memicu terjadinya longsoran baru.
  2. Lakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah bahaya ke tempat penampungan yang aman.
  3. Cari sumber-sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk daerah penampungan yang aman.
  4. Segera hubungi pihak terkait seperti Kepala Desa/Lurah atau Camat sehingga kejadian bencana dapat ditangani dengan segera secara terkoordinasi
Waspadailah :
  1. Tumpukan tanah gembur dan lolos air(lempung, lempung pasiran, dan pasir.
  2. Retakan lengkungan pada lereng atau retakan pada bangunan dan jalan pada saat/setelah turun hujan.
  3. Lapisan tanah atau batuan yang miring kearah luar lereng. Munculnya rembesan air pada lereng.
    Jangan lakukan :

    1. Mendirikan bangunan diatas lereng rawan longsor.
    2. Mencetak kolam atau sawah irigasi di atas dan pada rawan longsor.
    3. Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng yang rawan longsor.
    4. Menebang pohon sembarangan pada dan di sekitar lereng yang rawan longsor.
    5. Tinggal dibawah lereng rawan longsor.
      Upaya yang harus dilakukan :
      1. Melapor ke aparat desa atau kelurahan setempat.
      2. Tutup retakan tanah dengan lempung atau material kedap air lainnya.
      3. Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur drainase lereng.
      4. Buat parit pengatur air hujan yang menjauhi lereng.
      5. Tancapkan bambu-bambu yang dilubangi kedua ujungnya kedalam lereng.
      6. Apabila rembesan/ aliran air bercampur lumpur muncul semakin deras pada lereng, segera tinggalkan lereng

      Sekian dan Terima Kasih

      Leave a Reply

      Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

      It's Me

      Namaku Muhammad Fatur Rachman, disini saya akan memberikan sedikit coretan coretan diblog saya..
      Prinsipp ku adalah "Bermimpilah tentang apa yang kamu impikan. Jadilah seperti apa yang kamu inginkan karena kita hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan."
      Hihihihi, malah jadi buka-bukaan nih...
      Oke kalau mau tentang ku klik aja disini

      My Music

      Diberdayakan oleh Blogger.

      - Copyright © 2013 Welcome !! -Sao v2- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -