Perkembangan Komputer – Teknologi sering dikaitkan dengan komputer. Karena komputer memang penemuan yang telah merubah banyak sekali perubahan di belahan dunia manapun. Oleh karena itu, bisa dianggap komputer adalah kilas balik dari kemajuandunia teknologi. Sehingga dengan adanya komputer ini, manusia dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dan efisien.
Memang perkembangan teknologi terus berjalan. Tak luput juga dunia komputer, yang saat ini terus mempunyai inovasi-inovasi baru. Salah satunya komputer dengan tema Go Green, dan berbagai inovasi lain. Oleh karena itu, semakin banyaknya teknologi yang berkembang ini, anda perlu mengetahui bagaimana perkembangan teknologi saat ini. Sebab itu, disini saya akan menulis artikel teknologi untuk anda, yang mungkin akan membantu anda.
Komputer pertama kali digagas pada tahun 1822 yang awalnya hanya digunakan untuk sebagai alat penghitung cepat yang disebut difference engine. Setelah itu pada tahun 1833 Charles Babbage mengembangkan lagi difference engine dengan konsep yang lebih mendalam dan umum. Mesin ini dapat melaksanakan kalkulasi apa saja, sehingga mesin inilah yang untuk pertama kali dikenal sebagai general purpose digital komputer yang disebut sebagai analytical engine.
Pada tahun 1937, Prof. Howard Aikem, seorang mulai merancang dan mengembangkan pembuatan sebuah komputer yang dapat melakukan operasi aritmatika dan logika secara otomatis. Komputer yang dirancang Prof Howard mulanya hanya mekanik elektronik. Kemudian dengan bantuan perusahaan IBM, yaitu perusahaan elektronik yang sekarang juga perusahaan komputer pada tahun 1944, komputer rancangannya tersebut terselesaikan secara elektronik. Komputer tersebut diberi nama “Harvard Mark I Automatic Sequence-Controlled Calculator (ASCC)”. Cukup rumit memang, namun itulah cikal bakal dari komputer itu sendiri.
Pada tahun 1948, mulailah ditemukannya transistor, inilah cikal bakal semua barang elektronik mempunyai ukuran yang kecil secara drastis. Tak terkecuali dengan komputer yang notabennya sebelumnya memiliki ukuran yang super besar. Pada tahun 1956 transistor mulai digunakan pada komputer yang membuat komputer bekerja lebih cepat, hemat, dan kecil. Mulailah berbagai perusahaan besar menggunakan komputer sebagai penunjang memproses informasi keuangan.
Pada tahun 1958 Jack Kilby mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit). IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya adalah komputer semakin kecil, karena beberapa fungsi komponen telah diambil alih oleh IC.
Komputer semakin tahun semakin berkembang, dan akhirnya terbentuklah yang namanya procesor yang ditemukan pada tahun 1971. Setelah kejadian itu, komputer menjadi semakin kecil, karena banyak sekali komponen yang dijadikan satu dan perannya digantikan oleh procesor. Setelah itu, seiring dengan perkembangan komputer, ditemukanlah LAN untuk efisiensi pengiriman data, berbagi piranti, atau yang lainnya. Setelah banyak berkembang dari tahun ke tahun, sekarang komputer menjadi seperti yang kita lihat saat ini.
Tanah longsor sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim penghujan. Pada umumnya bencana ini sering terjadi di daerah perbukitan sehingga banyak menimpa masyarakat di daerah kaki bukit serta menghancurkan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, dan rel kereta api.
Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :
- Kenali daerah tempat tinggal kita sehingga jika terdapat ciri-ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
- Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.
- Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam (akar tunggang).
- Tutup retakan-retakan yang timbul di atas tebing dengan material lempung untuk mencegah air masuk kedalam tanah.
- Selalu waspada pada sat musim hujan terutama pada saat curah hujan yang tinggi dalam waktu lama.
- Waspada terhadap mata air/rembesan dan kejadian longsor skala kecil di sepanjang lereng.
Situasi saat longsor :
- Bencana tanah longsor pada umumnya terjadi secara mendadak pada saat atau setelah terjadi hujan.
- Kejadian longsor pada umumnya terjadi dengan diikuti suara gemuruh, disertai gerakan massa tanah dan atau batuan yang meluncur sangat cepat kebawah bukit menyapu apa yang dilewati.
Yang harus dilakukan saat kejadian tanah longsor berlangsung :
Kebanyakan penduduk di bawah lereng tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah. Evakuasi penduduk jika tebing telah menunjukkan gejala akan longsor.
Kebanyakan penduduk di bawah lereng tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar pada saat massa tanah sudah mulai meluncur ke bawah. Evakuasi penduduk jika tebing telah menunjukkan gejala akan longsor.
Apa yang dilakukan setelah kejadian :
- Lakukan evakuasi korban yang tertimbun secara hati-hati, karena penggalian pada timbunan dapat memicu terjadinya longsoran baru.
- Lakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah bahaya ke tempat penampungan yang aman.
- Cari sumber-sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk daerah penampungan yang aman.
- Segera hubungi pihak terkait seperti Kepala Desa/Lurah atau Camat sehingga kejadian bencana dapat ditangani dengan segera secara terkoordinasi
- Tumpukan tanah gembur dan lolos air(lempung, lempung pasiran, dan pasir.
- Retakan lengkungan pada lereng atau retakan pada bangunan dan jalan pada saat/setelah turun hujan.
- Lapisan tanah atau batuan yang miring kearah luar lereng. Munculnya rembesan air pada lereng.
Jangan lakukan :
- Mendirikan bangunan diatas lereng rawan longsor.
- Mencetak kolam atau sawah irigasi di atas dan pada rawan longsor.
- Melakukan penggalian di sekitar kaki lereng yang rawan longsor.
- Menebang pohon sembarangan pada dan di sekitar lereng yang rawan longsor.
- Tinggal dibawah lereng rawan longsor.
Upaya yang harus dilakukan :
- Melapor ke aparat desa atau kelurahan setempat.
- Tutup retakan tanah dengan lempung atau material kedap air lainnya.
- Hindari air meresap ke dalam lereng dan atur drainase lereng.
- Buat parit pengatur air hujan yang menjauhi lereng.
- Tancapkan bambu-bambu yang dilubangi kedua ujungnya kedalam lereng.
- Apabila rembesan/ aliran air bercampur lumpur muncul semakin deras pada lereng, segera tinggalkan lereng
Sekian
dan Terima Kasih


